Kebingungan mengerjakan skripsi
Tanya:
Assalamu’alaikum
Ustadz, saya seorang mahasiswi jurusan fisika semester sebelas yang sedang mengerjakan skripsi, sebenarnya saya sudah selesai kuliah sejak semester Sembilan.
Pada waktu kuliah kami (saya dan teman-teman fisika) praktis mendapatkan materi berupa teori sedangkan prakteknya hanya pengenalan dasar. Tapi waktu skripsi kami dituntut untuk menghasilkan sesuatu justru dari mata kuliah pilihan (program komputer dan instrumen) yang prakteknya justru kami dapatkan cukup sedikit. Karena banyak yang tidak menguasai keilmuan tersebut, sebagian besar teman meminta bantuan orang untuk membuatkan program atau alat mereka, sedangkan tulisannya dibikin sendiri. Semua dosen tahu hal ini, tapi mereka memakluminya
Saya dan seorang teman berusaha untuk membuat sendiri skripsi kami. Kami berusaha sejak semester Sembilan hingga sekarang. Kami mulai dengan banyak bertanya kepada dosen dan teman-teman, tapi pada umunya mereka bisa membantu secara teori saja, padahal justru kami ingin belajar merangkainya. Kami juga mencoba mencari orang yang bisa memberi privat, tapi samapi sekarang belum menemukan, mereka hanya mau membuatkan tanpa campur tangan kami. Belakangan saya minta bantuan seorang teman untuk mengajari, masalahnya dia cowok dan di laboratorium seringakali hanya berdua dengannya. Dan ternyata dia juga baru menguasai dasarnya saja.
Yang ingin saya tanyakan,
1.Bagaimana hukumnya alat yang dibuatkan sesuai kasus di atas?
2.Apa yang sebaiknya saya lakukan agar bisa segera menyelesaikan skripsi tetapi tidak bertentangan dengan agama?
Terimakasih
Wassalamu’alaikum
Jawab:
Wa’alaykumussalam.
Saya doakan semoga mba segera selesai skripsinya dengan nilai yang memuaskan, juga diberi kemudahan oleh Allah SWT…
1. kalo memang dibolehkan oleh dosen pembimbing, maka tidak apa-apa alatnya dibuatkan.
2. tekunlah mengerjakan skripsi, kalo bisa ditemeni orang ketiga (putri tentu saja), tapi kalo terpaksa tidak bisa, mudah-mudahan Allah mengampuninya.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 