<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ustadzgawatdarurat.net</title>
	<atom:link href="http://ustadzgawatdarurat.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzgawatdarurat.net</link>
	<description>Tanya jawab agama Islam bersama Ust. Sigit Yulianta</description>
	<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 07:21:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagi waris atas dasar musyawarah</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/syariah/bagi-waris-atas-dasar-musyawarah/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/syariah/bagi-waris-atas-dasar-musyawarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 07:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,
Pak Ustadz, sebenarnya saya merasa tidak begitu mempermasalahkan pembagian warisan, akan tetapi ada yang mengganjal  mengenai hukum yang digunakan dalam pembagian warisan.
Ayah saya meninggal  28 tahun yang lalu, beliau meninggalkan 2 Istri (semuanya 4 istri, 2 istri sudah cerai),  29 Orang anak ( 9 Laki-laki dan 20 Perempuan, sampai saat ini empat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,<br />
Pak Ustadz, sebenarnya saya merasa tidak begitu mempermasalahkan pembagian warisan, akan tetapi ada yang mengganjal  mengenai hukum yang digunakan dalam pembagian warisan.<br />
Ayah saya meninggal  28 tahun yang lalu, beliau meninggalkan 2 Istri (semuanya 4 istri, 2 istri sudah cerai),  29 Orang anak ( 9 Laki-laki dan 20 Perempuan, sampai saat ini empat orang anaknya sudah meninggal ) dan beberapa bidang tanah. Kami sempat beberapa kali berembug pada awalnya satu pihak menginginkan hukum Islam dan fihak yang lain menginginkan hukum adat, akhirnya pada tahun 2006 melalui hasil musyawarah disepakati pembagian warisan berdasarkan “Hukum Islam Dengan Catatan Para Ahli Waris Laki-laki Mengikhlaskan Bagian Warisannya Sehingga Bagian Waris Anak Laki-laki Dengan Anak Perempuan Sama Besar”  (intinya sama saja dengan hukum adat /sama rata karena tidak jelas siapa memberi siapa dan pembagiannya 1/8 bagian untuk<br />
2 ibu dan 7/8 bagian dibagi rata untuk 29 anak ).<br />
Pertanyaannya :<br />
1.    Bagaimanakah hukumnya bagi waris seperti itu ? karena dengan pembagian seperti itu, ada fihak laki-laki yang lebih membutuhkan, harus memberikan bagiannya kepada fihak perempuan yang punya penghasilan tinggi dan  ada juga beberapa pihak laki-laki yang ingin memberikan bagiannya kepada pihak yang benar-benar membutuhkan (ada yang sama sekali tidak bekerja ), tetapi tidak mungkin karena harus dibagi rata.<br />
2.    Kalau itu dibenarkan bagaimana cara membagikan harta tersebut ? apakah harus dibagi dulu sesuai hukum Islam? Atau bisa langsung dibagikan (masing-masing anak mendapat 1/29 x 7/8 x Jumlah warisan) ?<br />
3.    Seandainya tanah yang ditempati tidak usah dibagi dan menjadi tanah keluarga turun temurun, apakah itu baik ? atau lebih baik dibagikan ke ahli warisnya?<br />
4.    Sampai saat ini, ada tiga orang ( anak dari 2 ibu yang sudah dicerai) yang tidak pernah menikmati hasil  dari<br />
warisan, mungkin saya ikut memakan haknya apa hukumnya ? haruskah saya minta keikhlasannya?<br />
5.    Kapan seseorang punya hak atas warisannya ? setelah pewaris meninggal ? atau setelah warisan dibagikan ? (karena ada yang benar-benar membutuhkannya).<br />
6.    Bagaimana hak waris bagi yang sudah meninggal ? dan bagaimana hukum tidak menuntut (tidak perduli) hak waris ?</p>
<p>Demikian pertanyaan saya dan saya sangat menantikan jawabannya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr.Wb.<br />
Nursaman</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.</p>
<p>Harta berhukum menjadi warisan hanya jika org yg mewariskan telah meninggal dunia. hukum Islam harus dilakukan terlebih dahulu. Adapun pemberian kepada yang lebih membutuhkan sangat diperintahkan oleh Islam. Jd, bagi dulu menurut hukum waris Islam, lalu bagi yg mampu (kaya) dianjurkan utk membantu yg kekurangan (miskin). tdk boleh memaksa, sifatnya anjuran.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/syariah/bagi-waris-atas-dasar-musyawarah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Haid terus menerus</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/haid-terus-menerus/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/haid-terus-menerus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 07:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sholat dan Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum ustad
saya mau nanya&#8230;.
2 minggu yg lalu saya baru selesai haid, tetapi sekarang saya sudah haid lagi. padahal bisanya saya haid 1 bulan sekali.
apakah saya tetap meninggalkan sholat??? atau di perbolehkan untuk melaksanakan sholat???? terima kasih
Wassalamu&#8217;alaikum&#8230;..
Jawab:
wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.
Para wanita biasanya sangat mengerti darah haidl-nya. Jika yg keluar itu memang darah haidl, maka tidak diperbolehkan shalat. Jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Assalamu&#8217;alaikum ustad<br />
saya mau nanya&#8230;.<br />
2 minggu yg lalu saya baru selesai haid, tetapi sekarang saya sudah haid lagi. padahal bisanya saya haid 1 bulan sekali.<br />
apakah saya tetap meninggalkan sholat??? atau di perbolehkan untuk melaksanakan sholat???? terima kasih<br />
Wassalamu&#8217;alaikum&#8230;..</p>
<p>Jawab:<br />
wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.<br />
Para wanita biasanya sangat mengerti darah haidl-nya. Jika yg keluar itu memang darah haidl, maka tidak diperbolehkan shalat. Jadi pastikan bahwa itu memang darah haidl. jika ternyata bukan darah haidl, maka boleh shalat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/haid-terus-menerus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah pernikahan saya sah?</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/pernikahan/apakah-pernikahan-saya-sah-2/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/pernikahan/apakah-pernikahan-saya-sah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 07:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalammu&#8217;alaikum wr wb..
ustad&#8230;saya mau tanya&#8230;
saya adalah mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi kedinasan&#8230;setelah lulus akan ditempatkan di provinsi luar pulau Jawa&#8230;dan ada perjanjian kedinasan yang sudah saya tanda tangani sebelum masuk kampus ini&#8230;salah satu poin perjanjiannya adalah tidak menikah sampai menjadi calon pegawai negeri sipil&#8230;
sedangkan ustad, saya ingin segera menikah dengan pacar saya setelah lulus&#8230;kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalammu&#8217;alaikum wr wb..<br />
ustad&#8230;saya mau tanya&#8230;<br />
saya adalah mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi kedinasan&#8230;setelah lulus akan ditempatkan di provinsi luar pulau Jawa&#8230;dan ada perjanjian kedinasan yang sudah saya tanda tangani sebelum masuk kampus ini&#8230;salah satu poin perjanjiannya adalah tidak menikah sampai menjadi calon pegawai negeri sipil&#8230;<br />
sedangkan ustad, saya ingin segera menikah dengan pacar saya setelah lulus&#8230;kami sudah dua tahun berpacaran&#8230;sudah merasa cocok dari segi prinsip dan tujuan hidup&#8230;khususnya tentang agama..<br />
bila saya menikah setelah diangkat CPNS (berarti saya sudah penempatan di luar jawa), saya tidak enak merepotkan pihak keluarga saya di depok untuk mempersiapkan acara, sedangkan saya berada jauh dari keluarga..</p>
<p>saya ingin menanyakan hukum pernikahan jika saya menikah sebelum diangkat menjadi CPNS, sah atau tidak pernikahan saya ustad? bagaimana hukumnya, halal atau<br />
haram?</p>
<p>terima kasih ustad&#8230;</p>
<p>wassalammualaikum wr wb..</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.</p>
<p>Pernikahan anda sah, perrjanjian yang anda buat bathil (salah) karena tidak boleh berjanji utk sesuatu yg dilarang agama. Karena agama bahkan memerintahkan untuk menyegerakan pernikahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/pernikahan/apakah-pernikahan-saya-sah-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai pria lain</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/mencintai-pria-lain/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/mencintai-pria-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 15:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.
ustadz aku kuliah S2 disebuah PT swasta di jogja, aku dah menikah dan punya dua anak perempuan yang cantik cantik. Di kampus aku mencintai dosenku, dosenku itu seorang yang soleh, penyabar lembut dan ramah banget. Ini bertolak belakang dengan suamiku, yang seorang pemabuk penjudi, gak pernah sholat, suka main tangan. Dosakah aku mencintai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.<br />
ustadz aku kuliah S2 disebuah PT swasta di jogja, aku dah menikah dan punya dua anak perempuan yang cantik cantik. Di kampus aku mencintai dosenku, dosenku itu seorang yang soleh, penyabar lembut dan ramah banget. Ini bertolak belakang dengan suamiku, yang seorang pemabuk penjudi, gak pernah sholat, suka main tangan. Dosakah aku mencintai dosenku itu?<br />
Jawab:</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam, wr.wb.</p>
<p>Yang harus Anda ingat, Anda telah bersuami&#8230;dan menjalin hubungan khusus dengan laki-laki lain bisa mengantarkan kepada perzinaan yang merupakan dosa besar sehingga pelakunya harus dirajam sampai mati. Anda juga telah memiliki anak yang merupakan amanah dari Allah&#8230;yang sedang Anda alami adalah ujian dari Allah. Suami Anda yang masih jauh dari kesholehan sebenarnya merupakan LADANG AMAL bagi Anda. Bersabarlah&#8230;pasti ada kebaikan besar bagi Anda!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/mencintai-pria-lain/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sujud syukur</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/akhlak/sujud-syukur/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/akhlak/sujud-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 15:06:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum Ustadz
Saya ingin bertanya masalah sujud syukur. Apakah ada doanya apabila kita hendak melakukan sujud syukur dan di sertai dengan salam, serta takbir. Mohon penjelasannya
Jawab:
Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.
Saat sujud syukur, boleh membaca doa sujud sebagaimana doa sujud tatkala kita shalat. Boleh juga tanpa doa apa pun, jadi sekedar bersujud saja, dengan bertakbir tapi tanpa salam.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Assalamu&#8217;alaikum Ustadz</p>
<p>Saya ingin bertanya masalah sujud syukur. Apakah ada doanya apabila kita hendak melakukan sujud syukur dan di sertai dengan salam, serta takbir. Mohon penjelasannya</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.</p>
<p>Saat sujud syukur, boleh membaca doa sujud sebagaimana doa sujud tatkala kita shalat. Boleh juga tanpa doa apa pun, jadi sekedar bersujud saja, dengan bertakbir tapi tanpa salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/akhlak/sujud-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah fatwa MUI bersifat mutlak?</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/syariah/fatwa-mui-bersifat-mutlak/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/syariah/fatwa-mui-bersifat-mutlak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 14:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.
1. Apakah fatwa mui bersifat mutlak?
2. Bagaimana hukum menikahi wanita nasrani?

Jawab:
Wa&#8217;alaikumussalam, wr. wb.
1. Jika berdasarkan al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits shahih serta dijelaskan oleh para ulama, maka WAJIB DITERIMA sebagai konsekuensi keimanan kita kepada Allah dan RasulNya.
2. HARAM menikahi wanita Nasrani berdasarkan QS. al-Baqarah : 221

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.</p>
<p>1. Apakah fatwa mui bersifat mutlak?</p>
<p>2. Bagaimana hukum menikahi wanita nasrani?</p>
<ol></ol>
<p>Jawab:</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam, wr. wb.</p>
<p>1. Jika berdasarkan al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits shahih serta dijelaskan oleh para ulama, maka WAJIB DITERIMA sebagai konsekuensi keimanan kita kepada Allah dan RasulNya.</p>
<p>2. HARAM menikahi wanita Nasrani berdasarkan QS. al-Baqarah : 221</p>
<ol></ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/syariah/fatwa-mui-bersifat-mutlak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah jujur setelah berzina?</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/perlukah-jujur-setelah-berzina/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/perlukah-jujur-setelah-berzina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 14:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.
Saya seorang ayah 2 orang anak umur 5 dan 2 tahun.. saya ingin konsultasi dengan ustadz..
Saya mengalami depresi ustadz, saya merasa sangat sedih dan berdosa yang amat dalam. Perasaan bersalah karena telah berbuat dosa dan malah mengakibatkan istriku juga menderita. Satu bulan yang lalu saya melakukan hubungan badan dengan salah seorang yang baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.<br />
Saya seorang ayah 2 orang anak umur 5 dan 2 tahun.. saya ingin konsultasi dengan ustadz..</p>
<p>Saya mengalami depresi ustadz, saya merasa sangat sedih dan berdosa yang amat dalam. Perasaan bersalah karena telah berbuat dosa dan malah mengakibatkan istriku juga menderita. Satu bulan yang lalu saya melakukan hubungan badan dengan salah seorang yang baru jumpa.. dan sudah lama komunikasi kenal via telp/hp.<br />
dan saya juga telah melakukan hubungan badan dgn istri saya..</p>
<p>Setelah  sekitar 2 minggu kemudian sejak saya berhubungan badan (ZINA) dengan janda yang baru saya kenal.. ternyata saya telah terinpeksi Penyakit Menular Sek yang diagnosis Genora.</p>
<p>Saya ingin berobat.. apakah perlu saya untuk jujur tentang hal ini dengan istri saya. atau lebih bijak bila ini tidak diberi tahu.. saya kawatir bila jujur akan lebih menyakiti perasaannya</p>
<p>Terima kasih atas sarannya ustadz.<br />
Salam,<br />
Lelaki yang penuh dosa</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.</p>
<p>Apa yg Anda alami adalah akibat dosa zina yang Anda lakukan. Itu adaalah teguran dari Allah agar Anda mau bertaubat kepadaNya. Anda harus benar-benar berhenti dari dosa! Penyakit yang Anda derita sifatnya MENULAR termasuk ketika melakukan hubungan seks dg istri Anda..jadi, Anda berpotensi MEMBAHAYAKAN ISTRI ANDA SENDIRI&#8230;lebih bijak jika Anda jujur, disampaikan di waktu yang tepat, dengan cara yang hati-hati agar istri bisa menerima musibah ini&#8230;dan Anda harus siap dengan resiko terburuk yang mungkin menimpa Anda akibat perbuatan dosa Anda sendiri&#8230;banyak-banyaklah beristighfar memohon ampunan kepada Allah, tekunilah ibadah dan banyak-banyaklah melakukan amal kebaikan&#8230;sebelum semuanya terlambat karena usia hidup di dunia ada batasnya dan di akhirat ada pertanggungjawaban!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/perlukah-jujur-setelah-berzina/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimanakah status hubungan saya ini</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/status-pacaran/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/status-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 14:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.
saya adalah warga gresik.. saya masih sma kelas 11. Saya mau bertanya, jika saya merasa suka terhadap seseorang wanita..(teman saya) dan saya mengadakan hubungan pacaran dan terjadi.. maka hukum hubungan itu bagaimana&#8230;?
Selama ini saya tidak tahu tentang makna pacaran. dan apakah pacaran itu diperbolehkan? dan bagaimanakah dengan masyarakat indonesia yang lebih suka pacaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum, wr. wb.<br />
saya adalah warga gresik.. saya masih sma kelas 11. Saya mau bertanya, jika saya merasa suka terhadap seseorang wanita..(teman saya) dan saya mengadakan hubungan pacaran dan terjadi.. maka hukum hubungan itu bagaimana&#8230;?<br />
Selama ini saya tidak tahu tentang makna pacaran. dan apakah pacaran itu diperbolehkan? dan bagaimanakah dengan masyarakat indonesia yang lebih suka pacaran dibandingkan dengan pernikahan ?</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.</p>
<p>Pacaran termasuk perbuatan yg mendekati zina, sehingga dosa dan haram hukumnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/status-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga calon istri beda agama dan budaya</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/keluarga-calon-istri-beda-agama/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/keluarga-calon-istri-beda-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 14:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum, wr.wb.
Mohon pencerahannya pak ustadz. Setelah berhubungan dekat hampir 2th saya berniat menikahi dia, namun ada beberapa kendala yg kami hadapi. Keluarga saya muslim dari suku sunda sedangkan pacar saya dari keluarga Kristen dengan suku Tionghoa, tapi pacar saya seorang muslim. Saya sudah menceritakan semua tentang keluarga dia kepada keluarga saya tetapi masih belum ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum, wr.wb.</p>
<p>Mohon pencerahannya pak ustadz. Setelah berhubungan dekat hampir 2th saya berniat menikahi dia, namun ada beberapa kendala yg kami hadapi. Keluarga saya muslim dari suku sunda sedangkan pacar saya dari keluarga Kristen dengan suku Tionghoa, tapi pacar saya seorang muslim. Saya sudah menceritakan semua tentang keluarga dia kepada keluarga saya tetapi masih belum ada tanggapan. Setelah pertemuan kedua keluarga dengan niat kami silaturahmi. Namun setelah bertemu, keluarga saya tidak setuju bila saya menikah dengan dia, dengan alasan: &#8217;saya pasti akan terasa berat dengan kondisi keluarga mereka&#8217;. Namun saya merasa nyaman, meskipun beda tapi keluarga mereka sangat toleran dengan perbedaan agama dan budaya saya.<br />
Yang di takutkan keluarga saya adalah takut saya terpengaruh dengan agama kelurga dia. Karena ibu dari pacar saya dulu seorang mualaf menikah dgn ayah&#8217;y yg muslim tetapi stlh bercerai ibunya kembali lagi ke gereja dan tinggal<br />
satu rumah dengan ibunya (nenek pacar saya). Niat saya ibadah dengan menikahi dia dan menyelamatkan dia, karna dlm 1 rumah hanya dia yang muslim. Saya merasa terpanggil, dan kami pun merasa cocok dgn dia, hampir 2.5 th sy jalani cobaan demi cobaan. Umur saya sdh 30th (sdh telat unk menikah), namun semua keluarga masih belum setuju dengan pilihan saya. Saya sudah lelah demikian dgn pacar saya.</p>
<p>mohon nasihatnya pak ustadz. terima kasih<br />
wasalam&#8230;</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumussalaam.wb.wb</p>
<p>Jika orgtua belum ridla, jangan paksakan utk menikah&#8230;ridla Allah ada pada keridloan orang tua. teruslah berikhtiar dan istikharah kpd Allah&#8230;pasti semua ini ada hikmahnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/keluarga/keluarga-calon-istri-beda-agama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum shalat di rumah non muslim</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/shalat-di-rumah-non-muslim/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/shalat-di-rumah-non-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 08:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sholat dan Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.
Pacar saya seorang Muslim namun keluarganya beragama Kristen. Meskipun keluarga pacar sy sangat menghormati perbedaan agama saya, namun saya belum tahu hukumnya bila shalat di tempat yg non Muslim. berhubung pacar saya masih tidur satu kamar dengan ibunya (non Muslim), ketika waktu shalat mendesak, saya suka menjalankan shalat di kamar ibunya. Dengan kondisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Pacar saya seorang Muslim namun keluarganya beragama Kristen. Meskipun keluarga pacar sy sangat menghormati perbedaan agama saya, namun saya belum tahu hukumnya bila shalat di tempat yg non Muslim. berhubung pacar saya masih tidur satu kamar dengan ibunya (non Muslim), ketika waktu shalat mendesak, saya suka menjalankan shalat di kamar ibunya. Dengan kondisi ada beberapa salib di sekitar dinding kamar dan al-kitab di meja dekat saya shalat. Kadang mereka suka tersinggung bila saya harus pergi dulu ke mesjid untuk shalat. Lokasi mesjid cukup jauh karena lokasi rumah berada di pecinan (permukiman tionghoa)<br />
Mohon penjelasannya pak ustadz.<br />
wasalam..<br />
Jawab:</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.</p>
<p>Pertama, jangan pacaran krn hal itu dosa mendekat kepada perbuatan zina! Kedua, boleh shalat di rumah orang kristen tapi jangan ada salib atau patung yesus atau gambar atau lainnya yang disembah selain Allah. Kalau memang keluarganya menghormati perbedaan agama, seharusnya tidak perlu tersinggung jika Anda ke masjid untuk melaksanakan shalat. Jadi, jika mereka tersinggung maka hal itu menunjukkan isi hati mereka yang sebenarnya: membenci orang yang beriman. waspadalah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/shalat-di-rumah-non-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
