<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>ustadzgawatdarurat.net</title>
	<atom:link href="http://ustadzgawatdarurat.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ustadzgawatdarurat.net</link>
	<description>Tanya jawab agama Islam bersama Ust. Sigit Yulianta</description>
	<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 16:15:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cinta dan Janji</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/cinta-dan-janji/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/cinta-dan-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 16:15:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum pak ustadz
Saya adalah pemuda lajang berusia 26thn..saya baru saja putus dengan pacar saya,karena dia lebih memilih karirnya dari pada saya,tetapi sebelum hubungan kami berakhir dia berjanji jika dia telah siap untuk menikah maka saya adalah orang pertama yang akan dia tanya untuk menikah jika tidak dia berani mempertaruhkan kebahagian seumur hidupnya,waktu itu saya mengambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum pak ustadz<br />
Saya adalah pemuda lajang berusia 26thn..saya baru saja putus dengan pacar saya,karena dia lebih memilih karirnya dari pada saya,tetapi sebelum hubungan kami berakhir dia berjanji jika dia telah siap untuk menikah maka saya adalah orang pertama yang akan dia tanya untuk menikah jika tidak dia berani mempertaruhkan kebahagian seumur hidupnya,waktu itu saya mengambil sumpahnya dengan menggunakan Al-Quran dan juga &#8220;Demi Allah&#8221;..pertanyaan saya adalah apabila dia melanggar janjinya apakah akan terjadi malapetaka atau sesuatu yang buruk sesuai yang telah dia ikrarkan tersebut dan untuk saat ini apa yang harus saya lakukan..menunggunya atau mencari wanita lain..Mohon penjelasannya dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.. </p>
<p><strong><br />
Jawab:</strong><br />
Wa&#8217;alaykumussalam wr. wb.<br />
Pacaran tidak diperkenankan menurut Islam, jadi hubungan panjenengan selama pacaran itu dosa. Lha, melakukan dosa kok pake sumpah Al-Quran demi Allah lagi&#8230;itu kan namanya &#8216;campur aduk&#8217; yang salah dengan yg benar..Allah gak ridla dg hal semacam itu..dah, nikah aja&#8230;kalo dia gak mau, ya cari yg lain&#8230;mohonlah kemudahan dan pertolongan Allah dengan  cara mentaati perintah-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/cinta-dan-janji/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Saksi syahadat</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/syahadat/saksi-syahadat/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/syahadat/saksi-syahadat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 18:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Syahadat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;aliakum ustadz&#8230; saya mau tanya, apakah syahadatnya orang yang baru masuk Islam itu harus berbahasa arab dan harus ada orang lain yang menyaksikan? mohon dijelaskan. Jazakumullah atas jawabannya.
Jawab:
Wa&#8217;alaikumussalam
Syahadat dilakukan memang dengan bahasa Arab. Boleh ditambah dengan terjemah atau maknanya dalam bahasa setempat. Tidak harus ada saksi, tapi sebaiknya disaksikan agar jika ada persoalan dengan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;aliakum ustadz&#8230; saya mau tanya, apakah syahadatnya orang yang baru masuk Islam itu harus berbahasa arab dan harus ada orang lain yang menyaksikan? mohon dijelaskan. Jazakumullah atas jawabannya.</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Syahadat dilakukan memang dengan bahasa Arab. Boleh ditambah dengan terjemah atau maknanya dalam bahasa setempat. Tidak harus ada saksi, tapi sebaiknya disaksikan agar jika ada persoalan dengan orang lain mengenai status agamanya bisa diselesaikan dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/syahadat/saksi-syahadat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melanggar omongan sendiri</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/akhlak/melanggar-omongan-sendiri/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/akhlak/melanggar-omongan-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 18:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamualaikum ustadz
Langsung saja pak. saya pria umur 20. ya sebagaimana yang lain, saya juga pernah beronani. saya ingin sekali meninggalkannya.
nah, saya pernah menulis di catatan saya, alasan2 kenapa saya harus meninggalkan onani. salah satunya, saya menulis bahwa jika saya  mengulangi lagi entah kapanpun itu maka saya tidak akan sukses. (saya ingin jadi pengusaha ustadz, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamualaikum ustadz</p>
<p>Langsung saja pak. saya pria umur 20. ya sebagaimana yang lain, saya juga pernah beronani. saya ingin sekali meninggalkannya.</p>
<p>nah, saya pernah menulis di catatan saya, alasan2 kenapa saya harus meninggalkan onani. salah satunya, saya menulis bahwa jika saya  mengulangi lagi entah kapanpun itu maka saya tidak akan sukses. (saya ingin jadi pengusaha ustadz, tolong doain)</p>
<p>tapi baru2 ini (pagi ini) sya mengulanginya ustadz. saya benar2 sagat menyesal, rasa bersalahnya ga ilang2. dan yang jadi masalah sekarang, saya takut saya nanti benar2 ga sukses, sudah tidak ada harapan lagi SEKERAS apapun nanti saya bekerja, karena saya pernah menulis kalau saya mengulanginya sekali saja ga akan sukses. saya takut ustadz.</p>
<p>saya benar2 khilaf. saya ingin sukses berbisnis. saya tidak ingin hanya karena ini saya malah depresi, dihantui rasa bersalah dan ketakutan kalau kalu bagaimanapun selama-lamanya saya juga ga bakal sukses, karena sya dulu pernah berjanji (menulis) seperti itu. saya takut nanti saya jadi malah tidak mau berusaha ustadz.</p>
<p>saya kira usadz sudah mengerti masalah saya dari cerita di atas :)tolong pencerahannya. makasih</p>
<p>Wassalamualaikumwr wr wb</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.<br />
Banyak-banyak lah istighfar kpd Allah&#8230;bertaubatlah kepada-Nya&#8230;isilah waktu dengan ibadah amal-amal ketaatan&#8230;Allah Maha berkuasa atas segala sesuatu<br />
Wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/akhlak/melanggar-omongan-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wudlu yang simple</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/wudlu-yang-simple/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/wudlu-yang-simple/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 09:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sholat dan Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.
Mas, mo tanya, kadang saya wudhu simpel aja sesuai Al-Quran yaitu muka, tangan, dan kaki. Kadang saya wudhu lengkap yaitu telapak tangan, kumur, hidung, muka, pergelangan tangan, rambut, kuping, dan kaki &#8230; tergantung &#8216;mood&#8217; sy saat itu &#8230; kira-kira cara ini bener apa ngak ya ? mohon arahan. Tks sebelumnya.
Jawab:
Waalaikumussalam wr. wb.
Boleh tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Mas, mo tanya, kadang saya wudhu simpel aja sesuai Al-Quran yaitu muka, tangan, dan kaki. Kadang saya wudhu lengkap yaitu telapak tangan, kumur, hidung, muka, pergelangan tangan, rambut, kuping, dan kaki &#8230; tergantung &#8216;mood&#8217; sy saat itu &#8230; kira-kira cara ini bener apa ngak ya ? mohon arahan. Tks sebelumnya.</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Waalaikumussalam wr. wb.<br />
Boleh tapi kurang sempurna, padahal kita dianjurkan untuk menyempurnakan wudlu. Wudlu yang minimal (muka tangan kepala kaki) hanya jika kondisinya darurat (seperti: air sedikit) bukan karena lagi nggak <em>mood</em>. Agama memang mudah tapi jangan dimudah-mudahkan (jawa : &#8216;nggampangke&#8217;).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/wudlu-yang-simple/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bacaan imam dikeraskan</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/bacaan-imam-dikeraskan/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/bacaan-imam-dikeraskan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 08:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sholat dan Thoharoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu&#8217;alaikum,
Kenapa sholat maghrib, isya&#8217;, subuh bacaan iman dikeraskan, sementara zhuhur dan ashar tidak?
Jawab:
Waalaikumussalam wr. wb.
Karena memeng diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW begitu. Shalat dan ibadah lainnya harus mencontoh Rasulullah SAW. &#8220;Shalatlah kamu sebagaimana aku melaksanakan shalat!&#8221; begitu perintah Rasulullah SAW kepada kita.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya:</strong><br />
Assalamu&#8217;alaikum,<br />
Kenapa sholat maghrib, isya&#8217;, subuh bacaan iman dikeraskan, sementara zhuhur dan ashar tidak?</p>
<p><strong>Jawab:</strong><br />
Waalaikumussalam wr. wb.<br />
Karena memeng diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW begitu. Shalat dan ibadah lainnya harus mencontoh Rasulullah SAW. &#8220;Shalatlah kamu sebagaimana aku melaksanakan shalat!&#8221; begitu perintah Rasulullah SAW kepada kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/sholat/bacaan-imam-dikeraskan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mendoakan calon istri agar masuk Islam</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/mendoakan-agar-masuk-islam/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/mendoakan-agar-masuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 08:44:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Tanya
Assalamualaikum.Wr.Wb
ustadz yang terhormat,
saya adalah seorang pria muslim, dan saat ini saya sedang menjalin seorang gadis hindu. yang jadi pertanyaan saya :

bisakah saya berdoa kepada Allah, agar gadis yang saya sukai itu masuk islam ? dan apa hukum nya ?
lalu jika saya berdoa agar gadis itu menjadi jodoh saya kelak, berdosa kah saya ?

mohon arahan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanya</strong><br />
Assalamualaikum.Wr.Wb<br />
ustadz yang terhormat,</p>
<p>saya adalah seorang pria muslim, dan saat ini saya sedang menjalin seorang gadis hindu. yang jadi pertanyaan saya :</p>
<ol>
<li>bisakah saya berdoa kepada Allah, agar gadis yang saya sukai itu masuk islam ? dan apa hukum nya ?</li>
<li>lalu jika saya berdoa agar gadis itu menjadi jodoh saya kelak, berdosa kah saya ?</li>
</ol>
<p>mohon arahan dan saran dari ustadz<br />
thx</p>
<p><strong>Jawab:<br />
</strong><br />
Wa&#8217;alaikumussalaam wr. wb.</p>
<ol>
<li>Boleh mendoakan agar dia memperoleh hidayah Allah (masuk Islam)</li>
<li>Boleh juga berdoa kpd Allah agar dia mjd jodoh Anda.</li>
</ol>
<p>Catatan : pilihlah orang yang hendak kita nikahi karena agamanya, pilih yang muslim, agar Allah meridloi dan kita menyesal di kemudian hari. Bacalah QS. al-Baqarah ayat 221.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/mendoakan-agar-masuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak cocok dengan suami</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/pernikahan/tidak-cocok-dengan-suami/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/pernikahan/tidak-cocok-dengan-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Saya menikah 1 th,sudah merasakan banyak ketidak cocokan karena kurangnya masa perkenalan, sifat kami sama2 keras sehingga sering bertengkar dan saling menyakiti secara verbal, secara nafkah suami juga belum bisa mencukupi sehingga istri harus memenuhi semua kebutuhan keluarga, insya Allah saya ikhlas akan tetapi akhir-akhir ini suami kembali dengan hobi lamanya yaitu karaoke dengan ditemani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Saya menikah 1 th,sudah merasakan banyak ketidak cocokan karena kurangnya masa perkenalan, sifat kami sama2 keras sehingga sering bertengkar dan saling menyakiti secara verbal, secara nafkah suami juga belum bisa mencukupi sehingga istri harus memenuhi semua kebutuhan keluarga, insya Allah saya ikhlas akan tetapi akhir-akhir ini suami kembali dengan hobi lamanya yaitu karaoke dengan ditemani wanita-wanita penghibur yang saya dengar suami juga sampai melakukan perbuatan zina dengan wanita-wanita tersebut sementara saya tidak punya bukti, saya berkeputusan untuk cerai akan tetapi keluarga menentang keputusan saya,apa yang harus saya lakukan???</p>
<p>Jawab:<br />
Assalamu&#8217;alaykum.<br />
Komunikasikan baik-baik masalah ibu dg keluarga. Jika memang suami tetap dengan kebiasaan buruknya bahkan terbukti berzina, maka mungkin saja dilakukan perceraian kecuali jika suami mau bertaubat dan memperbaiki diri. Istikharah-lah kpd Allah agar Dia memberikan petunjuk terbaik buat ibu. Saya turut mendoakan mudah-mudahan ibu segera mendapat jalan keluar terbaik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/pernikahan/tidak-cocok-dengan-suami/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kebingungan mengerjakan skripsi</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/pendidikan/kebingungan-skripsi/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/pendidikan/kebingungan-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 10:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
Assalamu’alaikum
Ustadz, saya seorang mahasiswi jurusan fisika semester sebelas yang sedang mengerjakan skripsi, sebenarnya saya sudah selesai kuliah sejak semester Sembilan.
Pada waktu kuliah kami (saya dan teman-teman fisika) praktis mendapatkan materi berupa teori sedangkan prakteknya hanya pengenalan dasar. Tapi waktu skripsi kami dituntut untuk menghasilkan sesuatu justru dari mata kuliah pilihan (program komputer dan instrumen) yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Assalamu’alaikum<br />
Ustadz, saya seorang mahasiswi jurusan fisika semester sebelas yang sedang mengerjakan skripsi, sebenarnya saya sudah selesai kuliah sejak semester Sembilan.<br />
Pada waktu kuliah kami (saya dan teman-teman fisika) praktis mendapatkan materi berupa teori sedangkan prakteknya hanya pengenalan dasar. Tapi waktu skripsi kami dituntut untuk menghasilkan sesuatu justru dari mata kuliah pilihan (program komputer dan instrumen) yang prakteknya justru kami dapatkan cukup sedikit. Karena banyak yang tidak menguasai keilmuan tersebut, sebagian besar teman meminta bantuan orang untuk membuatkan program atau alat mereka, sedangkan tulisannya dibikin sendiri. Semua dosen tahu hal ini, tapi mereka memakluminya<br />
Saya dan seorang teman berusaha untuk membuat sendiri skripsi kami. Kami berusaha sejak semester Sembilan hingga sekarang. Kami mulai dengan banyak bertanya kepada dosen dan teman-teman, tapi pada umunya mereka bisa membantu secara teori saja, padahal justru kami ingin belajar merangkainya. Kami juga mencoba mencari orang yang bisa memberi privat, tapi samapi sekarang belum menemukan, mereka hanya mau membuatkan tanpa campur tangan kami. Belakangan saya minta bantuan seorang teman untuk mengajari, masalahnya dia cowok dan di laboratorium seringakali hanya berdua dengannya. Dan ternyata dia juga baru menguasai dasarnya saja.<br />
Yang ingin saya tanyakan,<br />
1.Bagaimana hukumnya alat yang dibuatkan sesuai kasus di atas?<br />
2.Apa yang sebaiknya saya lakukan agar bisa segera menyelesaikan skripsi tetapi tidak bertentangan dengan agama?<br />
Terimakasih<br />
Wassalamu’alaikum<br />
<span id="more-362"></span><br />
Jawab:<br />
Wa&#8217;alaykumussalam.<br />
Saya doakan semoga mba segera selesai skripsinya dengan nilai yang memuaskan, juga diberi kemudahan oleh Allah SWT&#8230;<br />
1. kalo memang dibolehkan oleh dosen pembimbing, maka tidak apa-apa alatnya dibuatkan.<br />
2. tekunlah mengerjakan skripsi, kalo bisa ditemeni orang ketiga (putri tentu saja), tapi kalo terpaksa tidak bisa, mudah-mudahan Allah mengampuninya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/pendidikan/kebingungan-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dikhianati</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/dikhianati/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/dikhianati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 06:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhina</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=359</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum&#8230;ustadz saya pr 29th, janda anak 1. Setelah cerai saya brsha menjalin cinta dengan seorang duda 40th. Saya bnr2 tulus mencintainya, tp tnyata dia mengkhianati saya dgn perempuan lain. Saya sedih , mrh &#038; kcw. Ketulusan cinta saya dibls dgn pengkhianatan. Apa yang hrs saya lakukan ustadz? Sya bnr2 mencintainya dan blm bs mlpakanya sampe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum&#8230;ustadz saya pr 29th, janda anak 1. Setelah cerai saya brsha menjalin cinta dengan seorang duda 40th. Saya bnr2 tulus mencintainya, tp tnyata dia mengkhianati saya dgn perempuan lain. Saya sedih , mrh &#038; kcw. Ketulusan cinta saya dibls dgn pengkhianatan. Apa yang hrs saya lakukan ustadz? Sya bnr2 mencintainya dan blm bs mlpakanya sampe skrg. Terima kasih&#8230;.<br />
<span id="more-359"></span><br />
Jawaban:<br />
Waalaykumussalam. Yg mesti difahami, itu adl ujian yg tengah ibu hadapi. Ucapkanlah innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji&#8217;uun Allohumma ajirnii fii mushiibatii wakhluflii khoiromminhaa&#8230;lalu perbaikilah hub ibu dg Allah SWT dgn lbh tekun melakukan ibadah kpdNya&#8230;insyAllah Dia akan memberikan ganti yg terbaik buat ibu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/dikhianati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masa depan dengan seorang muallaf</title>
		<link>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/masa-depan-dengan-muallaf/</link>
		<comments>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/masa-depan-dengan-muallaf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 02:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Muallaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ustadzgawatdarurat.net/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan :
Assalamualaikum wr.wb
Pa&#8217; Ustadz saya seorang wanita berusia 21 tahun, saat ini saya menjalin hubungan dengan seorang pria keturunan chinese yang sudah muallaf semenjak 5 tahun yang lalu. Saya ingin menjalin hubungan serius dengan dia hingga ke jenjang pernikahan.
Yang cukup mengganggu saya adalah komentar-komentar dari orang di sekeliling saya, mengenai pasangan saya yang chines dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertanyaan :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Assalamualaikum wr.wb</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pa&#8217; Ustadz saya seorang wanita berusia 21 tahun, saat ini saya menjalin hubungan dengan seorang pria keturunan chinese yang sudah muallaf semenjak 5 tahun yang lalu. Saya ingin menjalin hubungan serius dengan dia hingga ke jenjang pernikahan.<br />
Yang cukup mengganggu saya adalah komentar-komentar dari orang di sekeliling saya, mengenai pasangan saya yang chines dan muallaf. Keluarga saya pun tampaknya kurang setuju dengan pasangan saya.Karena orang tua pasangan saya bukan muslim. keluarga saya ingin saya mendapatkan pasangan yang datang dari keluarga muslim, agamanya bagus. tetapi saya sudah sangat menyayangi pasangan saya ini. memang dia masih belum dalam pengetahuan agamanya, dia belum bisa membaca al-Quran, surat2 yang dia hafal masih sedikit, doa2 pun demikian. tetapi ia mau belajar dan dalam proses mengenal islam lebih luas lg.Saya padahal sangat mengharapkan suami yang bisa menjadi imam dalam keluarga saya kelak.<br />
Saya pernah mengatakan ingin putus dari dia karena saya tidak bisa menerima latar belakang keluarganya yg non muslim, kakeknya yang beristri 2, serta ua2nya yang jg beristri 2.<br />
Tetapi ia sangat terpukul dan sedih, ia bilang ia tulus mencintai saya, ia bahkan beranggapan tidak akan menemukan jodohnya karna latar belakang keluarga ia. ia hanyalah pemain cadangan yang dapat sewaktu2 dibuang, bahkan ketika ia berniat baik sekalipun.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pertanyaan saya<br />
1.apakah saya boleh melanjutkan hubungan dengan pasangan saya?<br />
2. Bisakah seorang muallaf menjadi imam yang baik dalam keluarga?<br />
3. Bagaimana dengan keluarganya yang non muslim? apakah salah jika keluarganya bukan islam, dan apakah berpengaruh dengan keturunan saya kelak?<br />
4. Bagaimana meyakinkan orang2 di sekitar saya termasuk keluarga saya bahwa seorang mualaf mampu dijadikan suami yg baik pula.<br />
5. Kenapa saya dipertemukan dengan pasangan saya tersebut, ketika saya sudah sangat mencintainya tetapi harus kehilangan dia karna keluarga saya tidak setuju. bukan kah Allah SWT yang juga memberikan perasaan sayang saya kepada dia?</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>saya sangat dilemma, saya mohon jawabannya dari sudut pandang islam. agar saya dapat berpikir jernih.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>terima kasih pa ustadz</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>wassalamualaikum wr.wb</em></p>
<p>Jawaban :</p>
<p style="text-align: justify;">wa&#8217;alaikumussalaam wr.wb.<br />
saya jawab secara umum aja ya&#8230;<br />
Islam adalah pedoman kehidupan yang lengkap, menyeluruh dan sempurna (QS. al-Maidah:3). Pernikahan mrp salah satu tuntunan Islam agar manusia hidup mulia. Pernikahan dlm pandangan Islam mrp ibadah. Karena itu, perhatikan kembali niat Anda hendak melangsungkan pernikahan : apakah ikhlash mengharapkan ridlo Alloh atau tidak? Jika karena mengharapkan ridloNya, maka Anda juga harus menempuh cara-cara yang diridloiNya. Apapun bangsa, ras, sukunya tidak menjadi masalah&#8230;semuanya adalah hambaNya. Yg plg penting ialah keimanan dan ketaqwaanNya kepada Allah SWT. Kondisi keluarga memang perlu menjadi pertimbangan, namun tidak berarti menghalangi niat baik Anda jika pertimbangan dari keluarga tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Saya anjurkan, Anda melakukan shalat istikharah kepada Allah&#8230;mohon petunjukNya agar Dia mempertemukan Anda dengan pasangan hidup yang terbaik.<br />
Wassalaamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ustadzgawatdarurat.net/nikah/masa-depan-dengan-muallaf/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
