Perlukah jujur setelah berzina?
Tanya:
Assalamu’alaikum, wr. wb.
Saya seorang ayah 2 orang anak umur 5 dan 2 tahun.. saya ingin konsultasi dengan ustadz..
Saya mengalami depresi ustadz, saya merasa sangat sedih dan berdosa yang amat dalam. Perasaan bersalah karena telah berbuat dosa dan malah mengakibatkan istriku juga menderita. Satu bulan yang lalu saya melakukan hubungan badan dengan salah seorang yang baru jumpa.. dan sudah lama komunikasi kenal via telp/hp.
dan saya juga telah melakukan hubungan badan dgn istri saya..
Setelah sekitar 2 minggu kemudian sejak saya berhubungan badan (ZINA) dengan janda yang baru saya kenal.. ternyata saya telah terinpeksi Penyakit Menular Sek yang diagnosis Genora.
Saya ingin berobat.. apakah perlu saya untuk jujur tentang hal ini dengan istri saya. atau lebih bijak bila ini tidak diberi tahu.. saya kawatir bila jujur akan lebih menyakiti perasaannya
Terima kasih atas sarannya ustadz.
Salam,
Lelaki yang penuh dosa
Jawab:
Wa’alaikumussalaam wr.wb.
Apa yg Anda alami adalah akibat dosa zina yang Anda lakukan. Itu adaalah teguran dari Allah agar Anda mau bertaubat kepadaNya. Anda harus benar-benar berhenti dari dosa! Penyakit yang Anda derita sifatnya MENULAR termasuk ketika melakukan hubungan seks dg istri Anda..jadi, Anda berpotensi MEMBAHAYAKAN ISTRI ANDA SENDIRI…lebih bijak jika Anda jujur, disampaikan di waktu yang tepat, dengan cara yang hati-hati agar istri bisa menerima musibah ini…dan Anda harus siap dengan resiko terburuk yang mungkin menimpa Anda akibat perbuatan dosa Anda sendiri…banyak-banyaklah beristighfar memohon ampunan kepada Allah, tekunilah ibadah dan banyak-banyaklah melakukan amal kebaikan…sebelum semuanya terlambat karena usia hidup di dunia ada batasnya dan di akhirat ada pertanggungjawaban!


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 