Cinta dan Janji
Tanya:
Assalamu’alaikum pak ustadz
Saya adalah pemuda lajang berusia 26thn..saya baru saja putus dengan pacar saya,karena dia lebih memilih karirnya dari pada saya,tetapi sebelum hubungan kami berakhir dia berjanji jika dia telah siap untuk menikah maka saya adalah orang pertama yang akan dia tanya untuk menikah jika tidak dia berani mempertaruhkan kebahagian seumur hidupnya,waktu itu saya mengambil sumpahnya dengan menggunakan Al-Quran dan juga “Demi Allah”..pertanyaan saya adalah apabila dia melanggar janjinya apakah akan terjadi malapetaka atau sesuatu yang buruk sesuai yang telah dia ikrarkan tersebut dan untuk saat ini apa yang harus saya lakukan..menunggunya atau mencari wanita lain..Mohon penjelasannya dan atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih..
Jawab:
Wa’alaykumussalam wr. wb.
Pacaran tidak diperkenankan menurut Islam, jadi hubungan panjenengan selama pacaran itu dosa. Lha, melakukan dosa kok pake sumpah Al-Quran demi Allah lagi…itu kan namanya ‘campur aduk’ yang salah dengan yg benar..Allah gak ridla dg hal semacam itu..dah, nikah aja…kalo dia gak mau, ya cari yg lain…mohonlah kemudahan dan pertolongan Allah dengan cara mentaati perintah-Nya.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 