| Mobile | RSS

Masa depan dengan seorang muallaf

June 17th, 2009 | Kategori: Cinta

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr.wb

Pa’ Ustadz saya seorang wanita berusia 21 tahun, saat ini saya menjalin hubungan dengan seorang pria keturunan chinese yang sudah muallaf semenjak 5 tahun yang lalu. Saya ingin menjalin hubungan serius dengan dia hingga ke jenjang pernikahan.
Yang cukup mengganggu saya adalah komentar-komentar dari orang di sekeliling saya, mengenai pasangan saya yang chines dan muallaf. Keluarga saya pun tampaknya kurang setuju dengan pasangan saya.Karena orang tua pasangan saya bukan muslim. keluarga saya ingin saya mendapatkan pasangan yang datang dari keluarga muslim, agamanya bagus. tetapi saya sudah sangat menyayangi pasangan saya ini. memang dia masih belum dalam pengetahuan agamanya, dia belum bisa membaca al-Quran, surat2 yang dia hafal masih sedikit, doa2 pun demikian. tetapi ia mau belajar dan dalam proses mengenal islam lebih luas lg.Saya padahal sangat mengharapkan suami yang bisa menjadi imam dalam keluarga saya kelak.
Saya pernah mengatakan ingin putus dari dia karena saya tidak bisa menerima latar belakang keluarganya yg non muslim, kakeknya yang beristri 2, serta ua2nya yang jg beristri 2.
Tetapi ia sangat terpukul dan sedih, ia bilang ia tulus mencintai saya, ia bahkan beranggapan tidak akan menemukan jodohnya karna latar belakang keluarga ia. ia hanyalah pemain cadangan yang dapat sewaktu2 dibuang, bahkan ketika ia berniat baik sekalipun.

Pertanyaan saya
1.apakah saya boleh melanjutkan hubungan dengan pasangan saya?
2. Bisakah seorang muallaf menjadi imam yang baik dalam keluarga?
3. Bagaimana dengan keluarganya yang non muslim? apakah salah jika keluarganya bukan islam, dan apakah berpengaruh dengan keturunan saya kelak?
4. Bagaimana meyakinkan orang2 di sekitar saya termasuk keluarga saya bahwa seorang mualaf mampu dijadikan suami yg baik pula.
5. Kenapa saya dipertemukan dengan pasangan saya tersebut, ketika saya sudah sangat mencintainya tetapi harus kehilangan dia karna keluarga saya tidak setuju. bukan kah Allah SWT yang juga memberikan perasaan sayang saya kepada dia?

saya sangat dilemma, saya mohon jawabannya dari sudut pandang islam. agar saya dapat berpikir jernih.

terima kasih pa ustadz

wassalamualaikum wr.wb

Jawaban :

wa’alaikumussalaam wr.wb.
saya jawab secara umum aja ya…
Islam adalah pedoman kehidupan yang lengkap, menyeluruh dan sempurna (QS. al-Maidah:3). Pernikahan mrp salah satu tuntunan Islam agar manusia hidup mulia. Pernikahan dlm pandangan Islam mrp ibadah. Karena itu, perhatikan kembali niat Anda hendak melangsungkan pernikahan : apakah ikhlash mengharapkan ridlo Alloh atau tidak? Jika karena mengharapkan ridloNya, maka Anda juga harus menempuh cara-cara yang diridloiNya. Apapun bangsa, ras, sukunya tidak menjadi masalah…semuanya adalah hambaNya. Yg plg penting ialah keimanan dan ketaqwaanNya kepada Allah SWT. Kondisi keluarga memang perlu menjadi pertimbangan, namun tidak berarti menghalangi niat baik Anda jika pertimbangan dari keluarga tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Saya anjurkan, Anda melakukan shalat istikharah kepada Allah…mohon petunjukNya agar Dia mempertemukan Anda dengan pasangan hidup yang terbaik.
Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Dibaca 2474 kali, 2 kali hari ini |
Tags:

Artikel sejenis

  • No Related Post