Suami pindah agama
Tanya:
Ustadz, saya sudah menikah selama 8 thn, punya 3 anak, setahun terakhir ini suami meminta saya pindah agama ke agamanya dia, kalau tidak saya akan diceraikan. Saya menikah secara islam, sebelum dia pindah ke bali, dia selalu mengingatkan saya agar berpuasa, bayar zakat dan berjanji akan mengantar saya berhaji. Tapi setelah itu,,,,.
Saya merasa amat tersiksa, apakah saya termasuk orang yg teraniaya?
Apakah kalau saya berdoa pasti dikabulkan allah?
Apakah kalau saya berdoa agar dia diluruskan jalan, diberi hidayah dan jadi kepala keluarga yg baik,,,,pasti dikabulkan Allah?
Jawab:
Wa’alaikumussalaam wr.wb.
Allah pasti mngabulkan doa hamba-hamba Nya yang sungguh-sungguh dlm berdoa, ikhlash dan selalu berusaha melaksanakan perintah2Nya. Jangan pernah putus asa dari rahmat/ kasih sayang Allah. Hidup hanyalah ujian bagi iman kita. Jangan pernah tukar keimanan hanya dengan dunia yang fana dan pasti akan binasa. Ajaklah suami utk kembali beriman kepada Allah, kalau memang dia memaksa utk kafir jangan turuti…kalau memang tdk ada jalan lain, maka perceraian lebih baik ketimbang kita mengorbankan iman. Mudah-mudahan Allah selalau menolong dan melindungi ibu dan keluarga.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 