Puasanya anak-anak
Tanya :
Apakah Anak-anak memang juga harus berpuasa? Atau bagaimana sebaiknya kita memperlakukan anak-anak dalam kaitannya dengan puasa Ramadlan, Ustadz?
Jawab :
Anak-anak sebenarnya memang belum terkena kewajiban berpuasa seperti juga pada kewajiban-kewajiban ibadah yang lain yang mensyaratkan telah aqil baligh (dewasa). Tapi sebaiknya anak-enek memang sudah mulai dilatih berpuasa sejak kecil. Hal ini agar mereka terbiasa melakukan puasa sejak dini sehingga nantinya tidak merasakan keberatan ketika pada waktunya telah terkena kewajiban. Latihan ini tentu saja bisa dilakukan dengan berproses, yakni tidak langsung ber puasa sehari penuh. Mungkin bisa dengan setengah hari dulu, kalau mampu bisa ditingkatkan lagi hingga waktu asar. Begitu seterusnua sehingga anak-anak bisa melakukan puasa sehari penuh. Jangan lupa berikan pujian atau semacam penghargaan atas prestasi ibadah yang dilakukannya agar anak-anak tersebut semakin bersemangat melakukan puasa.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 