Cara duduk tahiyat akhir untuk sholat yang jumlah rokat 2 rokaat bagaimana?
Tanya :
Ustadz, ada yang pernah ngasih tau kalo’ duduk tahiyat akhir kalo jumlah rakaat shalatnya cuma 2 rokaat, maka duduknya seperi duduk diantara dua sujud atau duduk tahiyat awal. Apakah memang gitu?
Jawab :
Umumnya kita mempraktekkan duduk tahiyat akhir dengan cara duduk tahiyat akhir yakni pantat ditumpu oleh lantai atau alas. Inilah cara duduk tahiyat akhir yang benar, baik jumlah rokaat sholatnya dua rokaat atau lebih. Memang ada pemahaman yang berbeda sebagaimana anda sampaikan, tapi hadits yang menjadi landasannya telah ditakhsis oleh hadits lain yang menyatakan bahwa setiap akhir rokaat, Rasulullah SAW selalu duduk dengan cara tahiyat akhir. Sehingga hadits tersebut hanya untuk menjelaskan cara duduk tahiyat awal, yakni bahwa tiap dua rokaat dari sholat yang dilakukan, Rasulullah SAW melakukan cara duduk seperti itu (tahiyat awal). Sedangkan jika beliau bertahiyat akhir (meskipun jumlah rokaat sholatnya hanya 2 rokaat), maka beliau tetap duduk dengan cara duduk tahiyat akhir. Wallohu a’lamu bishshawwaab.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 