Niat hendak melakukan shalat perlu dibaca/ dilafalkan tidak?
Tanya :
Ass.wr.wb. Mas Sigit, sebenarnya niat untuk melakukan shalat atau niat untuk melakukan ibadah yang lain itu apakah harus diucapkan/ dilafalkan nggak sih? Dijawab ya, Mas…makasih banget atas jawabannya lho…jzkl
Jawab :
Niat itu merupakan pekerjaan hati, jadi tidak harus dilafalkan. Dan memang tidak ada satu pun keterangan hadits yang memerintahkan kita melafalkan niat. Sehingga tanpa melafalkannya pun, niat di dalam hati sudah dianggap sah. Ada memang sebagian dari ulama mazhab fiqh seperti madzhab syafi’I yang membolehkan melafalkan niat tapi hanya sekedar untuk memantapkan niat dalam hatinya, Jadi bukan merupakan syarat sahnya niat…hanya diperbolehkan. Meskipun, sepanjang pemahaman saya sih, nggak perlu dilafalkan…wong nggak ada perintahnya kan?! Ibadah kan musti ada perintahnya?! Wallahu a’lam bish shawwaab.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 