Satu tahiyat atau dua tahiyat
Tanya:
Assalamu’alaikum wr. wb.
“Tidak pernah Rasulullah SAW shalat di bulan Ramadhan dan tidak (di bulan) lainnya lebih dari 11 raka’at, (yaitu) Beliau shalat empat raka’at, maka jangan engkau tanyakan bagusnya dan lamanya, kemudian Beliau shalat empat raka’at (lagi), maka jangan engkau tanyakan tentang bagusnya dan lamanya, kemudian beliau shalat (witir) tiga raka’at” (HR. Bukhari dan Muslim)
Namun yang ingin saya tanyakan adalah mengapa 1 tahiyyat bukannya 2 tahiyyat, dan bagaimana pengambilan hukum/dalilnya sehingga menjadi 1 tahiyyat ?
Karena pada hadits Aisyah ra. tidak dijelaskan secara khusus apakah 1 tahiyyat ataukah 2 tahiyyat
Jawab:
Wa’alaykumussalam wr. wb.
Boleh 2 rakaat salam, boleh juga 4 rakaat salam. Kedua praktek tsb ada contohnya dari Nabi SAW, jd sifatnya pilihan.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 