| Mobile | RSS

Shalat dengan menggunakan bahasa Indonesia, boleh tidak?

May 12th, 2009 | Kategori: Sholat dan Thoharoh

Tanya :
Mas Sigit, seperti kasus yang beberapa waktu lalu ramai jadi perbincangan, sebenarnya boleh apa tidak sih kita melakukan sholat tapi dengan menggunakan bahasa Indonesia?

Jawab :
Ya nggak boleh, dong…mengapa? Karena sholat merupakan ibadah mahdhah, yakni yang segala ketentuannya sudah diatur dan harus dilakukan sesuai dengan aturan atau tuntunan Rasulullah SAW. Dalam hal ini, Rasulullah SAW pernah bersabda,”Barangsiapa yang melakukan amal yang tidak ada contohnya dari kami, maka amal itu akan tertolak.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, dalam melakkan shalat, kita musti ngikutin bagaimana tuntunannya seperti udah dicontohin oleh Rasulullah SAW. Beliau pernah bilang gini : Shalluu kamaa ra’aitumuunii ushalli. Artinya : “Shalatlah kamu seperti aku melakukan shalat!” Jadi, mestinya kita mengikuti dan mencontoh tata cara melakukan shalat kayak Rasulullah SAW, baik dalam gerakan maupun bacaan yang diucapkan dalam shalat. Kamu kali aja protes : “Lho, tentu aja Rasul shalat pake bahasa Arab karena Rasul orang Arab.” Belum tentu juga, soalnya nggak asal bahasa Arab. Banyak ucapan-ucapan pake bahasa Arab yang tetep aja nggak boleh dibaca dalam shalat. Yang boleh dibaca cuman yang diajarkan Rasul ketika melakukan shalat. Kenapa musti gitu sih? Soalnya, ibadah ritual itu sifatnya tauqifiyah alias udah paket dari sono-nya. Semua bentuk ibadah mahdhah tuh pada dasarnya merupakan ubudiyah dan ujian bagi keimanan kita kepada Allah SWT dan RasulNya SAW.

Dibaca 1107 kali, 2 kali hari ini |

Artikel sejenis