Bagaimana caranya shalat yang khusyu’?
Tanya :
Saya sering mendengar bahwa kalau shalat itu harusnya dilakukan dengan khusyu’. Tapi sampai saat ini, saya masih belum begitu ngerti apa sebenarnya yang disebut khusyu’ itu dan bagaimana caranya agar kita bisa shalat dengan khusyu’? Terima kasih atas penjelasan Ustadz, jazaakallahu khairan katsiiraa.
Jawab :
Mudahnya, khusyu’ itu artinya konsentrasi. Jadi maksudnya, bagaimana kita sholat dengan konsentrasi, fikiran kita bisa fokus dengan apa yang kita baca dan lakukan dalam shalat…jadi fikiran nggak kemana-mana. Soalnya kadang-kadang kita kan suka gitu…lagi shalat..ee..fikiran ke dapur, ke pekerjaan, ke kampus dan sebagainya. Nah, karena itu sholat musti dilakukan dengan khusyu’ yakni konsentrasi agar kita bisa memaknai setiap gerakan dan bacaan shalat yang kita lakukan. Gimana caranya agar kita bisa khusyu’ melakukan shalat? Ada beberapa syarat yang musti dipenuhi agar kita bisa shalat dengan khusyu’ : Pertama, bersih badan, pakaian dan tempat. Ini penting. Sebab bagaimana kita bisa khusyu’ kalau badan, pakaian dan tempat kita kotor dan apalagi bau? Kedua, lakukan shalat dengan memenuhi syarat, rukun dan adab-adabnya. Dengan kata lain, lakukan shalat dengan memenuhi ketentuan-ketentuannya sesuai dengan perintah Allah dan contoh RasulNya SAW. Sebagian ulama memang menjelaskan makna khusyu’ dalam shalat dengan pengertian terbatas fiqhiyah semacam ini. Dan memang ini merupakan bagian yang harus diupayakan untuk mencapai kekhusyu’an dalam shalat yang kita lakukan. Ketiga, memahami bacaan shalat. Pemahaman terhadap bacaan shalat akan mengantarkan kita kepada makna-maknanya sehingga kita bisa larut dalam makna-makna bacaan shalat tersebut. Ini memang membutuhkan ilmu, kalau belum memahami makna bahasanya yaa paling tidak mengerti makna umum dari bacaan yang kita ucapkan itu. Keempat, sebelum memulai shalat mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk. Misalnya dengan membaca : A’uudzu billaahi minasysayaithoonirrojiim atau robbii a’uudzubika min hamazaatisysyayaathiini wa’uudzubika robii an yahdhuruun. Kelima, sesuaikan sikap dan perilaku kita di luar shalat dengan nilai dan pelajaran yang kita dapatkan dalam ibadah shalat yang kita lakukan. Sebab orang yang biasa melakukan dosa dan kema’shiyatan pasti akan kesulitan untuk bisa melakukan shalat dengan khusyu’. Wallohu a’lam.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 