Agar syahadat diterima
Tanya :
Ustadz, ada teman yang bilang kalau syahadat harus memenuhi syarat agar diterima oleh Allah SWT. Betulkah begitu? Saya belum tau syaratnya apa saja sih? Kok saya belum pernah dapat pelajaran tentang itu ya?
Jawab :
Memang materi yang jarang sekali dibahas secara mendalam dan terperinci adalah masalah dua kalimat syahadat. Umumnya, syahadat hanya dijelaskan secara sekilas dan garis besarnya saja yakni bahwa siapa yang membacanya dengan meyakini kebenarannya maka ia telah menjadi seorang muslim dan layak masuk surga. Tapi sesungguhnya, sebagaimana empat rukun Islam lainnya, ada syarat yang mesti dipenuhi sehingga syahadat yang kita ucapkan benar-benar diterima oleh Allah SWT. Syarat-syarat itu ialah : mengetahui makna kalimat syahadat (ilmu), meyakini kalimat syahadat sepenuhnya yanpa keraguan sedikit pun (yaqin), ketulusan menerima kalimat syahadat tanpa campuran kesyirikan (ikhlash), membenarkan kalimat syahadat tanpa ada pendustaan (shidq), mencintai kalimat syahadat dan kandungannya (mahabbah), tunduk dengan konsekuensi-konsekuensi kalimat syahadat yakni dengan mengamalkannya secara ikhlash karena mengharap ridla Allah SWT (inqiyad), dan menerima kalimat syahadat tanpa sedikit pun adanya penolakan (qabul).


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 