Pentingnya syahadat
Tanya :
Mas, saya tanya ya…kenapa sih kita musti bersyahadat? Maaf lho kalo pertanyaannya kurang bermutu. Tapi saya memang benar-benar nggak ngerti dan pengen tau..makasih jawabannya ya, Mas Sigit…
Jawab :
Pertama, karena emang gitu aturannya. Tau dari mana? Ya dari hadits-hadits Rasul bahwa dulu para shahabat ketika mau masuk Islam (sebelumnya mereka adalah orang kafir), mereka disuruh Rasulullah agar bersyahadat dengan mengucapkan : asy-hadu an laa ilaaha illalloh wa asy-hadu anna Muhammadan rasuululloh (aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Jadi, bersyahadat merupakan pintu gerbang (madkhol) untuk memasuki agama Islam secara formal. Kedua, dua kalimat syahadat merupakan ringkasan atau rangkuman dari seluruh ajaran Islam yang demikian luas. Sehingga dengan bersyahadat, diharapkan terdorong untuk mendalami pemahaman dan memperluas ilmu keislaman. Ketiga, dua kalimat syahadat merupakan asas perubahan yang sangat mendasar, baik pada diri maupun masyarakat. Dengan demikian, seseorang yang telah bersyahadat diharap berubah secara fundamental benar-benar menjadi pribadi yang sepenuhnya Islami. Begitu pun pada masyarakat, berubah pula hingga terwujud masyarakat yang Islami. Keempat, karena dua kalimat syahadat mengandung keutamaan yang sangat besar dan banyak diantaranya orang yang telah bersyahadat dengan penuh keyakinan akan diselamatkan oleh Allah swt dari panasnya api neraka dan dimasukkan-Nya ke dalam surga.


Ust. Sigit Yulianta lahir di Jogjakarta tanggal 14 Juli 1977. Da'i dan Ustadz muda ini memang tergolong aktif dalam mengisi acara-acara da'wah di wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah. Media da'wah yang ia manfaatkan untuk berda'wah pun beragam, mulai dari majlis-majlis ta'lim dan pengajian di masjid, kampus, kantor dan instansi. Ia juga rutin mengasuh acara da'wah di radio dan televisi. Di radio Retjo Buntung (RBFM) ia mengasuh acara "Lentera Rohani" dan "Beranda" (Bercanda dan Dialog Agama). Sedangkan di stasiun televisi RBTV ia mengasuh acara "UGD" (Ustadz Gawat Darurat). Kirimkan pertanyaan Anda lewat halaman 